PENELITIAN
AKIBAT YANG DITIMBULKAN DARI MEROKOK
LOKASI
SMA N 1 KUALA TUNGKAL
OLOOOOJ
FITROH SYAWALI
KUALA TUNGKAL
2011
BIODATA
Nama :Fitroh syawali
Tempat dan tanggal lahir :Kuala Tungkal 22 Maret 1994
Jurusan :Ips 3
Kelas :XII(Dua belas)
Semeter :II (Dua)
Tahun ajaran :2010/2011
Alamat
.panting satu
Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkkan kepada Allah SWT. Karna atas berkat dan rahmat-Nya penelitian ini dapat kami selesaikan. Penelitian ini berisi tentang kenakalan remaja dengan rokok.
Dalam kehidupan para remaja sering kali diselingi hal hal yang negative dalam rangka penyesuaian dengan lingkungan sekitar baik lingkungan dengan teman temannya di sekolah maupun lingkungan pada saat dia di rumah. Hal hal tersebut dapat berbentuk positif hingga negative yang serng kita sebut dengan kenakalan remaja. Kenakalan remaja itu sendiri merupakan perbuatan pelanggaran norma-norma baik norma hukum maupun norma sosial.
Di penelitian ini, peneliti akan mocoba mengulas kenakalan remaja dengan rokok. Banyak pelajar-pelajar yang merokok di lingkungan sekolah maun di lingkungan sekitar rumahnya. Tampa mereka ketahui akibat apa yang akan di timbulkan ketika dia dewasa kelak.
Dengan adanya penelitiann ini di harapkan di masa yang akan datang tidak ada lagi pelajar-pelajar yang menjadi perokok, baik di lingkungan sekolah saja maupun di lingkungan rumahnya sekitar.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penelitian ini masih jauh dari kata sempurna dan memuaskan baik dari segi penyajian maupun penulisan, untuk itu keritik dan saran senantiasa penulis harapkan. Semoga penelitian ini dapat bermamfaat bagi kita semua, khususnya bagi penulis sendiri. Amin.
Kuala tungkal 22 Maret 2011
Penulis
Fitroh Syawali
DAFAR ISI
HALAMAN JUDUL………………………………………………………………………….i
KATA PENGANTAR………………………………………………………………………..ii
DAFTAR ISI………………………………………………………………………………….iii
BAB. I PENDAHULUAN
A.Meroko…………………………………………………………………………….1
BAB, II DAERAH PENELITIAN
A.SMA N 1 Kuala Tungkal……………………………………………………2
BAB. III HASIL PENELITIAN
A. Pertanyaan …………………………………………..……………………………3
BAB. IV ANALISA
A. Akibat yang akan ditimbulakn peroko ataupun orang yang ada disekitarnya.….4
-Dampak paru-paru…………………………………………………………4
-dampak terhadap jantung…………………………………………………..4
-penyakit jantung koroner…………………………………………………..6
-penyaakit (stroke)…………………………………………………………..6
BAB. V PENUTUP
A.Kesimpulan
B.Saran-saran
BAB I
PENDAHULUAN
Merokok
Merokok dapat mengganggu kesehatan, kenyataan ini tidak dapat kita pungkiri. Banyak penyakit telah terbukti menjadi akibat buruk merokok, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kebiasaan merokok bukan saja merugikan si perokok, tetapi juga bagi orang di sekitarnya.
ASAP rokok merupakan polutan bagi manusia dan lingkungan sekitarnya. Bukan hanya bagi kesehatan, merokok menimbulkan pula problem di bidang ekonomi. Di negara industri maju, kini terdapat kecenderungan berhenti merokok, sedangkan di negara berkembang, khususnya Indonesia, malah cenderung timbul peningkatan kebiasaan merokok.
Melalui resolusi tahun 1983, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan tanggal 31 Mei sebagai Hari Bebas Tembakau Sedunia setiap tahun.
Laporan WHO tahun 1983 menyebutkan, jumlah perokok meningkat 2,1 persen per tahun di negara berkembang, sedangkan di negara maju angka ini menurun sekitar 1,1 persen per tahun.
BAB II
DAERAH PENELITIAN
A.SMA N 1 Kuala Tungkal
Di lingkungn sekolah khususnya di SMA N 1 kuala tungkal, merokok sudah menjadi sebuah kebiasaan bagi sebhagian pelajar. Mereka berpikir jika mereka tidak meroko ada yang kurang, ketika dia sedang meroko dia akan merasa lebih PD.
Ada sebahagian peroko yang berpikir mereka lebih memilih tidak makan dibandingkan harus tidak meroko. Mereka tidak segan-segan untuk menyisihkan uang jajan mereka untuk hanya membeli sebatang roko.
Terkadang harus sumbangan dengan sesame peroko, untuk membeli roko. Mereka pun terkadang saling berbagi hanya untuk sebatang roko, trkadang juga roko sebatang mereka hars berbagi dengan tiga orang bahkan bisa lebih.
Biasanya mereka meroko di saat jam istirahat ketika guru sedang tidak ada di kelas, atau di gudang-gudang sekolah yang jarang dilewati oleh guru, bahkan ada juga yang meroko di toilet sekolah. Mereka harus menahan bauk toilet tersebut.
Kebanyaan yang merokko di toilet pelajar pelajar yang masih duduk di kelas satu atau kelas dua. Sementara untuk kelas tiga mereka mereka meroko dalam kelas di saat jam istirahat. Ketika akan ada guru yang masuk atau lewat kelas tersebut, teman-teman mereka aka ada yang memberitahu. Bahkan tidak jarang ada juga yang di pergoki ketika sedang meroko.
B. Denah SMA N 1 kuala tungkal
Bangunan sekolah ini memiliki luas tanah sekitar 13,81 m2 dengan luas bangunan 977 m2, sekolah ini juga memiliki lapangan olahraga yang luasnya 582m2 bahkan ada tanah yang kosong yang berada di tengah-tengah sekolahan, dan sekolahan ini membutuhkan listrik 1315 wat.
Data administerasi atau identitias sekolah.
No statistik sekolah :301100442001
Tipe sekolah :B
Akreditasi ;B
Romba :27 kelas
Jumblah siswa :1027 siswa
Status tanah :milik negara
Kode pos :36512
No telepon :0742 21253
SMA N 1 ka. Tungkal ini dikepalai oleh K. H. Hutabalian dan empat wakil kepala sekolah. HJ. Jumiati, John Rizal, Jafri, Dan Samijo.Sekolahan ini memiliki guru pengajar 64 orang. Yang terdiri dari guru bantu, maupun guru bidang setudi.
BAB III
HASIL PENELITIAN
Pertanyaan
Meroko adalah sebuah kebiasaan yang buruk, dan dapat berpengaruh bagi kesehatan. Sebenarnya apa yang Melatarbelakangi pelajar teersebut meroko, dan apa mereka tau akibat apa saja yang akan ditimbulakn bagi dirinya atau orng yang ada disebelahnya.
- Akibat yang ditimbulkan dari meroko?
- Akibat yang ditimbulkan oleh orang di sebelah peroko?
BAB IV
ANALISA
Akibat Yang Akan Ditimbulkan Perok Ataupun Orang Yang Ada Di Sekitarnya
Dampak paru-paru
Merokok dapat menyebabkan perubahan struktur dan fungsi saluran napas dan jaringan paru-paru. Pada saluran napas besar, sel mukosa membesar (hipertrofi) dan kelenjar mucus bertambah banyak (hiperplasia). Pada saluran napas kecil, terjadi radang ringan hingga penyempitan akibat bertambahnya sel dan penumpukan lendir. Pada jaringan paru-paru, terjadi peningkatan jumlah sel radang dan kerusakan alveoli.
Akibat perubahan anatomi saluran napas, pada perokok akan timbul perubahan pada fungsi paru-paru dengan segala macam gejala klinisnya. Hal ini menjadi dasar utama terjadinya penyakit obstruksi paru menahun (PPOM).
Dikatakan merokok merupakan penyebab utama timbulnya PPOM, termasuk emfisema paru-paru, bronkitis kronis, dan asma.
Hubungan antara merokok dan kanker paru-paru telah diteliti dalam 4-5 dekade terakhir ini. Didapatkan hubungan erat antara kebiasaan merokok, terutama sigaret, dengan timbulnya kanker paru-paru. Bahkan ada yang secara tegas menyatakan bahwa rokok sebagai penyebab utama terjadinya kanker paru-paru.
Partikel asap rokok, seperti benzopiren, dibenzopiren, dan uretan, dikenal sebagai bahan karsinogen. Juga tar berhubungan dengan risiko terjadinya kanker. Dibandingkan dengan bukan perokok, kemungkinan timbul kanker paru-paru pada perokok mencapai 10-30 kali lebih sering.
Dampak terhadap jantung
Banyak penelitian telah membuktikan adanya hubungan merokok dengan penyakit jantung koroner (PJK). Dari 11 juta kematian per tahun di negara industri maju, WHO melaporkan lebih dari setengah (6 juta) disebabkan gangguan sirkulasi darah, di mana 2,5 juta adalah penyakit jantung koroner dan 1,5 juta adalah stroke. Survei Depkes RI tahun 1986 dan 1992, mendapatkan peningkatan kematian akibat penyakit jantung dari 9,7 persen (peringkat ketiga) menjadi 16 persen (peringkat pertama).
Merokok menjadi faktor utama penyebab penyakit pembuluh darah jantung tersebut. Bukan hanya menyebabkan penyakit jantung koroner, merokok juga berakibat buruk bagi pembuluh darah otak dan perifer.
Asap yang diembuskan para perokok dapat dibagi atas asap utama (main stream smoke) dan asap samping (side stream smoke). Asap utama merupakan asap tembakau yang dihirup langsung oleh perokok, sedangkan asap samping merupakan asap tembakau yang disebarkan ke udara bebas, yang akan dihirup oleh orang lain atau perokok pasif.
Telah ditemukan 4.000 jenis bahan kimia dalam rokok, dengan 40 jenis di antaranya bersifat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker), di mana bahan racun ini lebih banyak didapatkan pada asap samping, misalnya karbon monoksida (CO) 5 kali lipat lebih banyak ditemukan pada asap samping daripada asap utama, benzopiren 3 kali, dan amoniak 50 kali. Bahan-bahan ini dapat bertahan sampai beberapa jam lamanya dalam ruang setelah rokok berhenti.
Umumnya fokus penelitian ditujukan pada peranan nikotin dan CO. Kedua bahan ini, selain meningkatkan kebutuhan oksigen, juga mengganggu suplai oksigen ke otot jantung (miokard) sehingga merugikan kerja miokard.
Nikotin mengganggu sistem saraf simpatis dengan akibat meningkatnya kebutuhan oksigen miokard. Selain menyebabkan ketagihan merokok, nikotin juga merangsang pelepasan adrenalin, meningkatkan frekuensi denyut jantung, tekanan darah, kebutuhan oksigen jantung, serta menyebabkan gangguan irama jantung. Nikotin juga mengganggu kerja saraf, otak, dan banyak bagian tubuh lainnya.
Nikotin mengaktifkan trombosit dengan akibat timbulnya adhesi trombosit (penggumpalan) ke dinding pembuluh darah.
Karbon monoksida menimbulkan desaturasi hemoglobin, menurunkan langsung persediaan oksigen untuk jaringan seluruh tubuh termasuk miokard. CO menggantikan tempat oksigen di hemoglobin, mengganggu pelepasan oksigen, dan mempercepat aterosklerosis (pengapuran/penebalan dinding pembuluh darah). Dengan demikian, CO menurunkan kapasitas latihan fisik, meningkatkan viskositas darah, sehingga mempermudah penggumpalan darah.
Nikotin, CO, dan bahan-bahan lain dalam asap rokok terbukti merusak endotel (dinding dalam pembuluh darah), dan mempermudah timbulnya penggumpalan darah.
Di samping itu, asap rokok mempengaruhi profil lemak. Dibandingkan dengan bukan perokok, kadar kolesterol total, kolesterol LDL, dan trigliserida darah perokok lebih tinggi, sedangkan kolesterol HDL lebih rendah.
Penyakit jantung koroner
Merokok terbukti merupakan faktor risiko terbesar untuk mati mendadak.
Risiko terjadinya penyakit jantung koroner meningkat 2-4 kali pada perokok dibandingkan dengan bukan perokok. Risiko ini meningkat dengan bertambahnya usia dan jumlah rokok yang diisap. Penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko merokok bekerja sinergis dengan faktor-faktor lain, seperti hipertensi, kadar lemak atau gula darah yang tinggi, terhadap tercetusnya PJK.
Perlu diketahui bahwa risiko kematian akibat penyakit jantung koroner berkurang dengan 50 persen pada tahun pertama sesudah rokok dihentikan.
Akibat penggumpalan (trombosis) dan pengapuran (aterosklerosis) dinding pembuluh darah, merokok jelas akan merusak pembuluh darah perifer.
PPDP yang melibatkan pembuluh darah arteri dan vena di tungkai bawah atau tangan sering ditemukan pada dewasa muda perokok berat, sering akan berakhir dengan amputasi.
Penyakit (stroke)
Penyumbatan pembuluh darah otak yang bersifat mendadak atau stroke banyak dikaitkan dengan merokok. Risiko stroke dan risiko kematian lebih tinggi pada perokok dibandingkan dengan bukan perokok.
Dalam penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat dan Inggris, didapatkan kebiasaan merokok memperbesar kemungkinan timbulnya AIDS pada pengidap HIV. Pada kelompok perokok, AIDS timbul rata-rata dalam 8,17 bulan, sedangkan pada kelompok bukan perokok timbul setelah 14,5 bulan. Penurunan kekebalan tubuh pada perokok menjadi pencetus lebih mudahnya terkena AIDS sehingga berhenti merokok penting sekali dalam langkah pertahanan melawan AIDS.
Kini makin banyak diteliti dan dilaporkan pengaruh buruk merokok pada ibu hamil, impotensi, menurunnya kekebalan individu, termasuk pada pengidap virus hepatitis, kanker saluran cerna, dan lain-lain.
Dari sudut ekonomi kesehatan, dampak penyakit yang timbul akibat merokok jelas akan menambah biaya yang dikeluarkan, baik bagi individu, keluarga, perusahaan, bahkan negara.
Penyakit-penyakit yang timbul akibat merokok mempengaruhi penyediaan tenaga kerja, terutama tenaga terampil atau tenaga eksekutif, dengan kematian mendadak atau kelumpuhan yang timbul jelas menimbulkan kerugian besar bagi perusahaan. Penurunan produktivitas tenaga kerja menimbulkan penurunan pendapatan perusahaan, juga beban ekonomi yang tidak sedikit bagi individu dan keluarga. Pengeluaran untuk biaya kesehatan meningkat, bagi keluarga, perusahaan, maupun pemerintah.
Hans Tandra Dokter Spesialis Penyakit Dalam, tinggal di Surabaya
BAB V
PENUTUP
A.PERTANYAAN UNTUK PEROKO
Meroko adalah sebuah kebiasaan yang sulit di hentikan. Banyak perko yang ingin menghilangkan kebiasaann meroko tersebut, Sebenarnya apa saja yang membuat pelajar tersebut menjadi seorang peroko, keluhan-keluhan yang mereka rasakan ketika mereka mmeroko,dan dari mana mereka mendapatkann uang untuk memmbeli rook tersebut.
B.HASIL WAWANCARA
Menurut wawancara yang saya peroleh dari beberapa siswa yang menglami kebiasaan meroko, mereka mulai bisa mengenal roko trsebut semenjak SMP atau SMA. Di masa tersebut mereka banyak nenghisap rook. Mereka mendapatkn uang dari menyisihkan uang jajan mereka terkadang mereka bekerja. Ketika mereka meroko banyak mendapatkan masalah kesehatan. Seperti penyakit sakit kepala dan batuk.
Mereka dulu meroko berawal dari mencoba-coba, dan terkadang pengaruh dari lingkungan sekitar, atau ajakan teman-teman mereka.
Bhkan menurut siswa yang berisinial as dan ts, janngan lah mencoba untu mekoko karena bias berakibat pada kesehtan, sementara menuru as, ketika sudah berhenti meroko penyakit banyak yang berkurang, bahkan dia berkata , duku dia pernah terkena penyakit TBS yang berawal dari menghisap roko tersebut.
|
TABEL INFORMAN |
|
|
NAMA |
KELAS |
|
AGUS SETIAWAN |
IPS 1 |
|
NOPIANDI |
IPS 2 |
|
JULIANTO ADI PERASETIO |
IPS 2 |
|
TONGAT SAKLAK |
IPS 2 |
|
NURHASAN DANI |
IPS 3 |
|
ACEP MAULANA |
IPA 2 |
SARAN
Sebaiknya jika anda sekarang belum meroko, anda jangan mencoba-coba untuk meroko. Karena bias berakibat pada kesehatan yang buruk. Dan jika teman yang ada di sebelah anda sedang meroko, sebaiknya anda sedikit menjauh. Karena asak roko tersebut dapat menimbulkan penyakit bagi anda.
Dan jika anda sekarang peroko, segeralah berhenti, sebelum terlambat. Karena meroko dapat merugikann banyak orang.